Api cemburu memang terkadang bisa berubah menjadi perilaku sadis jika emosi sudah tak tertahankan, seperti kejadian dalam kisah nyata ini: Ketika seorang istri nekat memotong burungnya suami karena sakit hati setelah suaminya diam diam nikah lagi, seperti ini kah yang harus dilakukan seorang istri kepada suaminya?
BERITA BANGSA INDONESIA
Breaking News
Minggu, 12 Juni 2016
TIDAK IJIN DULU SAAT BER NIKAH SIRI , KELAMIN SANG SUAMING DI POTONG ISTRI PERTAMA
Hal ini terjadi karena kecemburuannya yang sangat besar kepada suami, ya anda juga pasti tahu . orang kalau lagi cemburu ga bisa menyeimbangkan mana yang fikiran dan mana yang perasaan, atau bisa juga di sebut dengan emosi sesaat yang ujung ujung nya muncullah rasa penyesalan.
Rabu, 18 Mei 2016
berita-bi.blogspot.com - Dalam peraturan perundang-undangan sudah sangat
jelas menyebut setiap tindakan razia wajib memasang pelang
sekurang-kurangnya 100 meter dari lokasi petugas terdepan berjaga.
Mirisnya, tak hanya melanggar, tiga polisi lalu lintas malah memukul
pengendara yang ingin memastikan legalitas razia tersebut.
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser menilai, tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Mengingat tugas dari Polisi adalah menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, bukan malah sebaliknya.
Menurut Nasser, kasus di atas seharusnya memberikan cukup alasan atasan ketiga polisi tersebut memberikan sanksi tegas. Jika ketiga polisi tersebut tidak diberi sanksi, maka citra Bhayangkara di mata masyarakat akan makin menurun.
"Polisi adalah teman masyarakat, kalau ada seperti ini tidak benar. Untuk itu harus ditindak keras enggak bisa dibiarkan dan penting. Karena kalau ada buah apel yang busuk itu dalam satu keranjang itu hanya tinggal menunggu waktu apel yang lain busuk. Maka sanksi hukuman harus jelas dan tegas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/5) malam.
Nasser menambahkan, tiga anggota kepolisian tersebut telah mencederai usaha dari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam memperbaiki citra petugas berseragam cokelat tersebut di hadapan masyarakat. Sebagai penegak hukum, seharusnya mereka melakukan tindakan sesuai dengan prosedur standar yang ada, bukan malah melanggar aturan tersebut.
"Tindakan ketiga anggota kepolisian itu sebetulnya, menurut saya tidak benar karena sangat mengganggu upaya pimpinan Polri untuk memperbaiki citra dalam rangka mendapat kepercayaan publik, dan itu tidak bagus serta tidak sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur)," jelas Nasser.
"Polisi harus menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Bahkan kalau ada masyarakat memiliki problem diberikan semacam pertolongan bukan dengan memarahinya, kalau benar dipukul maka sangat keterlaluan," sambungnya.
Di sisi lain, Nasser berharap masyarakat turut ambil bagian dalam perbaikan citra kepolisian. Untuk itu dia meminta agar jika ada tindakan serupa kembali terjadi untuk segera mencatat nama petugas tersebut.
Bahkan jika memang memungkinkan untuk tak segan-segan memfotonya. Tapi data tersebut bukannya dimasukan ke media sosial, melainkan dilaporkan kepada pihak yang lebih berwenang.
"Masyarakat apa yang harus lakukan, jika polisi yang seharusnya menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tidak memberikan seperti itu? Masyarakat enggak usah takut, difoto orangnya lalu dibawa ke kantor polisi. Misalnya yang tiga orang tadi di Ciputat, tidak perlu harus dibawa (laporannya) ke Ciputat, Tangerang, cukup dibawa ke Polsek terdekat dilaporkan. Sangat penting itu," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, kejadian pemukulan pengendara oleh tiga orang polisi tersebut dialami Wisnuhandy Widyoastono. Lewat akun Facebook miliknya, Selasa (17/5), Wisnu mengaku dipukuli tiga anggota kepolisian. Aksi kekerasan itu berlangsung saat dia menanyakan surat tugas mereka.
Bukannya dipenuhi, beberapa petugas malah memarahinya hingga membuat Wisnu beberapa kali menjelaskan alasannya menanyakan surat tugas tersebut. Tanpa diduga, salah satu polisi langsung memukul kepalanya, kemudian diikuti dua rekan lainnya.
Mirisnya, komandan yang berada di depan korban hanya berdiam diri. Tak ada upaya untuk mengatasi aksi anak buahnya, ketika korban terpojok barulah atasan ketiga polisi tersebut memisahkan mereka.
Read more ...
Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser menilai, tindakan tersebut tidak seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum. Mengingat tugas dari Polisi adalah menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, bukan malah sebaliknya.
Menurut Nasser, kasus di atas seharusnya memberikan cukup alasan atasan ketiga polisi tersebut memberikan sanksi tegas. Jika ketiga polisi tersebut tidak diberi sanksi, maka citra Bhayangkara di mata masyarakat akan makin menurun.
"Polisi adalah teman masyarakat, kalau ada seperti ini tidak benar. Untuk itu harus ditindak keras enggak bisa dibiarkan dan penting. Karena kalau ada buah apel yang busuk itu dalam satu keranjang itu hanya tinggal menunggu waktu apel yang lain busuk. Maka sanksi hukuman harus jelas dan tegas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/5) malam.
Nasser menambahkan, tiga anggota kepolisian tersebut telah mencederai usaha dari Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dalam memperbaiki citra petugas berseragam cokelat tersebut di hadapan masyarakat. Sebagai penegak hukum, seharusnya mereka melakukan tindakan sesuai dengan prosedur standar yang ada, bukan malah melanggar aturan tersebut.
"Tindakan ketiga anggota kepolisian itu sebetulnya, menurut saya tidak benar karena sangat mengganggu upaya pimpinan Polri untuk memperbaiki citra dalam rangka mendapat kepercayaan publik, dan itu tidak bagus serta tidak sesuai dengan SOP (Standard Operational Prosedur)," jelas Nasser.
"Polisi harus menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Bahkan kalau ada masyarakat memiliki problem diberikan semacam pertolongan bukan dengan memarahinya, kalau benar dipukul maka sangat keterlaluan," sambungnya.
Di sisi lain, Nasser berharap masyarakat turut ambil bagian dalam perbaikan citra kepolisian. Untuk itu dia meminta agar jika ada tindakan serupa kembali terjadi untuk segera mencatat nama petugas tersebut.
Bahkan jika memang memungkinkan untuk tak segan-segan memfotonya. Tapi data tersebut bukannya dimasukan ke media sosial, melainkan dilaporkan kepada pihak yang lebih berwenang.
"Masyarakat apa yang harus lakukan, jika polisi yang seharusnya menolong, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat tidak memberikan seperti itu? Masyarakat enggak usah takut, difoto orangnya lalu dibawa ke kantor polisi. Misalnya yang tiga orang tadi di Ciputat, tidak perlu harus dibawa (laporannya) ke Ciputat, Tangerang, cukup dibawa ke Polsek terdekat dilaporkan. Sangat penting itu," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, kejadian pemukulan pengendara oleh tiga orang polisi tersebut dialami Wisnuhandy Widyoastono. Lewat akun Facebook miliknya, Selasa (17/5), Wisnu mengaku dipukuli tiga anggota kepolisian. Aksi kekerasan itu berlangsung saat dia menanyakan surat tugas mereka.
Bukannya dipenuhi, beberapa petugas malah memarahinya hingga membuat Wisnu beberapa kali menjelaskan alasannya menanyakan surat tugas tersebut. Tanpa diduga, salah satu polisi langsung memukul kepalanya, kemudian diikuti dua rekan lainnya.
Mirisnya, komandan yang berada di depan korban hanya berdiam diri. Tak ada upaya untuk mengatasi aksi anak buahnya, ketika korban terpojok barulah atasan ketiga polisi tersebut memisahkan mereka.
Kamis, 20 November 2014
Ini Dia Gejala-Gejala Kanker Serviks
HAMPIR semua wanita berisiko untuk terkena kanker serviks. Ini merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita selain kanker payudara setiap tahunnya.Meskipun kanker serviks sering muncul tanpa ada gejala, namun sebaiknya Anda perlu aware terhadap setiap pertanda dari tubuh. Berikut ini, tanda-tanda seorang wanita memiliki kanker serviks seperti dilansir Magforwomen.
- Perdarahan vagina
Perdarahan vagina yang ekstrim, terutama di antara mentruasi dan perdarahan setelah menopause. Ini mungkin bisa menjadi gejala dan tanda dari kanker serviks. Namun, terkadang pada tahap awal kanker serviks tidak menunjukkan gejala.
- Perdarahan saat berhubungan seksual
Jika Anda sering mengalami perdarahan selama berhubungan seksual, mungkin itu pertanda memiliki kanker serviks. Namun demikian, hal ini masih mungkin menjadi pertanda dari masalah lain, oleh sebab itu dianjurkan untuk memeriksakannya.
- Mungkin ada metastasis
Pada tahap lanjut kanker serviks, metastasis dapat timbul di beberapa bagian, misalnya di perut atau paru-paru dan tempat lainnya. Metastasis adalah penyebaran kanker dari situs awalnya, dan ini dimungkinkan terjadi pada kanker serviks tahap lanjut.
- Gejala lain yang membingungkan
Selain dari beberapa gejala yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat tanda lain yang sering menyerupai gejala penyakit lain. Gejala lain tersebut diantaranya adalah kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan, nyeri panggul, sakit punggung, nyeri di kaki dan bengkak, dan perdarahan pada vagina.
Senin, 14 Juli 2014
Ini Dia Cara Dunia Menghentikan Serangan Israel Ke Gaza
Perdana Menteri Israel, benjamin Netanyahu, belum memastikan, kapan akan menghentikan serangannya ke jalur Gaza, Palestina. Ia mengatakan hal tersebut kepada para menteri.Melansir Al Jazeera, sebenarnya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry telah menelepon Netanyahu, untuk menawarkan bantuan, sebagai penengah dalam gencatan senjata. "Tampaknya AS khawatir, tentang meningkatnya ketegangan di lapangan," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, Senin (14/7).
Demi menghentikan serangan roket yang mengakibatkan korban warga sipil, Kerry juga mengatakan, ia akan melibatkan para pemimpin regional. Hanya saja, belum ada penjelasan lebih rinci mengenai hal itu.
Pihak Palestina pun berusaha menyelesaikan permasalahan ini. Rencananya Presiden Palestina, Mahmoud Abbas bakal meminta Sekjen PBB, Ban Ki-moon, agar menempatkan negara Palestina di bawah sistem perlindungan internasional PBB, demi mengatasi kekerasan di Gaza.
Solidaritas untuk Gaza, memang terus mengalir dari seluruh dunia. Paus Franciskus bahkan mengimbau kepada para pemimpin dunia, agar terus berdoa, serta membantu diplomasi untuk menghentikan pertumpahan darah. Kabarnya, Menteri Luar Negeri Jerman dan Italia, tengah bersiap ke wilayah tersebut, dan turut mengupayakan gencatan senjata.
Demi mendukung Gaza, di Paris, ribuan orang berunjukrasa memprotes tindakan Israel. Di Hongkong, India, Jakarta, dan kawasan asia lainnya pun aksi mendukung Gaza pun digelar. Sebanyak 3.000 warga Australia juga ikut mengutuk perbuatan Israel.
Sumber : http://www.republika.co.id
Minggu, 29 Juni 2014
Daftar Waktu Lama Berpuasa di Berbagai Negara
Puasa ramadhan telah tiba, lama waktu puasa berpuasa setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia lama waktu berpuasa 12 jam, tahukah Anda lama waktu berpuasa di berbagai negara ? Ramadhan tahun ini berlangsung di saat posisi kutub utara bumi lebih condong ke arah matahari. Akibatnya, umat Muslim yang berada di negara-negara belahan bumi utara (BBU) bakal mendapati siang yang lebih panjang dari malamnya. Dengan begitu, puasa mereka pun akan lebih lama dibandingkan mereka yang tinggal di belahan bumi selatan (BBS).

Read more ...

Senin, 17 Maret 2014
Ini Dia Isi Dokumen Perjanjian Batu Tulis PDIP-Gerindra
Dokumen Perjanjian Batu Tulis antara pucuk pimpinan PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gerindra Prabowo Subianto beredar di jejaring sosial setelah Jokowi dideklrasikan sebagai capres. Poin ke tujuh pada dokumen yang beredar itu tertulis bahwa Megawati mendukung Prabowo pada Pemilu Presiden 2014.Saat dikonfirmasi, politisi Gerindra Martin Hutabarat mengatakan perjanjian itu benar adanya. "Saya hadir saat membuat kesepakatan itu," tutur Martin saat dikonfirmasi Liputan6.com di Jakarta, Sabtu (15/3/2014).
Martin mengaku belum melihat dokumen yang beredar itu. Namun saat Liputan6.com membacakan satu persatu perjanjian dalam dokumen itu, Martin mengatakan isinya sama persis dengan kesepakatan yang dibuat PDIP dan Gerindra di Batu Tulis, termasuk poin ke-7.
"Sama, perjanjian Batu Tulis seperti itu. Memang dibuat sekitar tanggal 16 Mei, sudah Pemilu Legilslatif, hari Jumat malam atau Sabtu dinihari, karena Sabtunya terakhir pendaftaran calon presiden. Itu sekitar jam 9 atau jam 10 malam," papar Martin.
Berikut isi perjanjian Batu Tulis antara Megawati dan Prabowo yang beredar di jejaring sosial itu:
1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra) sepakat mencalonkan MEgawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2009.Sumber : Liputan6.com
2. Prabowo Subianto sebagai Wakil Presiden, jika terpilih mendapatk penugasan untuk mengendalikan program dan kebijakan kebangkitan ekonomi Indonesia yang berdiri di atas kaki sendiri, berdaulat di bidang politik danberkepribadian nasional di bidang kebudayaan dalam kerangka sistem presidensial. Pengumuman pencalonan calon presiden dan calon wakil presiden serta akan dituangkan dalam produk hukum yang sesuai perundang-undangan yang berlaku.
3. Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto bersama-sama membentuk kabinet berdasarkan pada penugasan butir 2 di atas. Prabowo Subianto menenutkan nama-nama menteri yang terkait, menteri-menteri tersebut adalah: Menteri Kehutanan, Menteri Pertanian, Menteri Keuangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Pertahanan.
4. Pemerintah yang terbentuk akan mendukung program kerakyatan PDI Perjuangan dan 8 program aksi Partai Gerindra untuk kemakmuran rakyat.
5. Pendanaan pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 ditanggung secara bersama-sama dengan prosentase 50% dari pihak Megawati Soekarnoputri dan 50% dari pihak Prabowo Subianto.
6. Tim sukses pemenangan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden dibentuk bersama-sama melibatkan kader PDI Perjuangan dan Partai Gerindra serta unsur-unsur masyarakat.
7. Megawati Soekarnoputri mendukung pencalonan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pemilu Presiden tahun 2014.
Jakarta 16 Mei 2009
Megawati Soekarnoputri (Tandatangan di atas materai)
Prabowo Subianto
Minggu, 02 Maret 2014
Heboh, Ada Ular Makan Buaya di Australia
Pemandangan langka ini menarik perhatian sekaligus mengejutkan orang yang menyaksikannya secara langsung. Salah satunya Travis Corlis yang melihat langsung peristiwa langka di dekat kota tambang Danau Moondarra, Queensland ini.Menurut Corlis, terlihat seekor ular yang diyakini jenis piton dengan panjang 3 meter dan terlihat berukuran besar. Sedangkan si buaya yang dililit si ular dengn kuat juga diketahui berukuran panjang sekitar 3 meter.
"Kedua hewan tersebut bergulat di dalam air. Pergulatannya terus berlangsung. Kami hanya berdiri di dekatnya, melihat dengan penuh kekaguman," jelas Corlis seperti dilansir AFP, Senin (3/3/2014).
Corlis menuturkan, beberapa jam pergulatan tersebut terjadi, hingga sang ular berhasil menarik sang buaya hingga ke tepi danau dan kemudian melepaskannya. Pada saat itu, menurut Corlis, sang buaya sudah mati.
"Sekitar 10 menit kemudian, buaya tersebut hilang," sebut Corlis merujuk pada buaya yang ditelan oleh sang ular.
"Kami berpikir bahwa ular tersebut menggigitnya lebih banyak dari yang bisa ditelannya. Tapi ular itu bisa melakukannya. Ular itu benar-benar menelan sang buaya," terang istri Corlis, Tiffany yang juga ikut menyaksikan peristiwa langka tersebut.
"Ketika Anda melihat ular itu, Anda bisa melihat punggung, kaki dan semua bagian tubuh buaya di dalam perut ular," imbuhnya.
Lebih lanjut Corlis mengaku dirinya sering melihat ular dan buaya ada di kawasan yang sama. Namun jarang terlihat kedua hewan reptil ini saling bertarung satu sama lain dengan sengit.
Langganan:
Postingan (Atom)



